TENPO, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh bus Transjakarta beralih menggunakan tenaga listrik secara bertahap. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sekitar 10 ribu bus sudah menggunakan teknologi listrik pada 2030.

Pramono mengatakan peralihan tersebut menjadi salah satu langkah Jakarta untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi sekaligus memperbaiki kualitas udara.

“Target kita pada 2030 itu 10 ribu bus Transjakarta sudah menggunakan listrik,” kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Pramono, target elektrifikasi armada tersebut membutuhkan proses bertahap karena jumlah bus yang harus dialihkan cukup besar. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan infrastruktur pendukung seperti depo, stasiun pengisian daya, serta sistem kelistrikan.

Transformasi armada Transjakarta menjadi kendaraan listrik juga dikaitkan dengan strategi Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim. Pramono mengatakan transportasi menjadi salah satu sektor yang harus mendapat perhatian dalam upaya menekan emisi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan penambahan bus listrik dalam armada Transjakarta. Pengadaan kendaraan listrik dilakukan secara bertahap untuk menggantikan sebagian bus berbahan bakar konvensional.

Pramono mengatakan pengembangan transportasi publik berbasis listrik perlu berjalan bersama dengan peningkatan layanan kepada masyarakat. Menurut dia, elektrifikasi tidak hanya menyangkut pergantian kendaraan, tetapi juga harus memastikan transportasi publik semakin mudah digunakan.

Target 10 ribu bus listrik pada 2030 juga menjadi bagian dari rencana Jakarta memperluas penggunaan energi yang lebih bersih di sektor transportasi. Pemprov DKI akan menyesuaikan pengadaan armada dengan kebutuhan rute dan pertumbuhan pengguna transportasi umum.

Selain bus Transjakarta, Pemprov DKI juga terus mengembangkan integrasi transportasi dengan moda lain seperti MRT, LRT, KRL, serta layanan pengumpan. Integrasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Pramono sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah perjalanan masyarakat menuju Jakarta sangat besar setiap hari. Kondisi tersebut membuat sektor transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan emisi perkotaan.

Elektrifikasi bus Transjakarta menjadi salah satu program yang disiapkan Pemprov DKI dalam agenda transisi transportasi. Dengan target 10 ribu bus listrik pada 2030, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan armada, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, serta kemampuan operasional agar target tersebut dapat berjalan sesuai rencana.