TENPO, JAKARTA — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi santai wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Jokowi menyatakan tidak mempermasalahkan jika angka yang nantinya disepakati berada di kisaran 5 hingga 8 persen.

"Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke," ujar Jokowi seperti dikutip detikJateng, Senin, 28 September 2026.

Jokowi mengatakan penentuan besaran ambang batas parlemen merupakan kewenangan DPR bersama pemerintah. Karena itu, ia menyerahkan pembahasan angka tersebut kepada fraksi-fraksi di DPR dan pemerintah.

"Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah. Nanti kan yang memutuskan beliau-beliau," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, berapa pun angka yang nantinya diputuskan, keputusan tersebut diharapkan menjadi pilihan yang terbaik bagi negara.

"Saya kira berapa pun baik, yang terbaik untuk negara ini," ujarnya.

Wacana kenaikan parliamentary threshold mencuat seiring pembahasan revisi UU Pemilu. Sejumlah partai politik sebelumnya menyampaikan usulan angka yang berbeda, mulai dari 5 persen hingga 7 persen.

Sekjen Partai Gerindra Sugiono sebelumnya mengatakan sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintah telah bertemu untuk membahas RUU Pemilu. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra menyatakan kesepakatan mengenai usulan ambang batas parlemen 5 persen.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda mengatakan kesepakatan para ketua umum partai politik dapat menjadi salah satu acuan dalam pembahasan RUU Pemilu. Ia menyebut kenaikan ambang batas dari 4 persen menjadi 5 persen nantinya harus disertai argumentasi konstitusional dan yuridis.

Di sisi lain, terdapat pula partai politik yang mengusulkan angka berbeda. Partai Buruh, misalnya, menyampaikan usulan parliamentary threshold sebesar 1 persen dan menolak usulan 5 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan keyakinannya bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang saat ini masih menjadi partai nonparlemen, dapat lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.

"Ya PSI ini kan masih non-parlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis," kata Jokowi.